Jumat, 30 September 2016

MAKALAH MENGEMBANGKAN CITRA PRIBADI SEKRETARIS

MAKALAH
MENGEMBANGKAN CITRA PRIBADI SEKRETARIS





Oleh
Defita Maulina             4314 4404
Margareta Gandes         4314 4411
Marta                             4314 4414
Stefania Orance Kun     4314 4424





AKADEMI SEKRETARI MARSUDIRINI
ASM SANTA MARIA
SEMARANG












DAFTAR ISI
COVER
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
1.       Latar belakang ....................................................................................................  1
2.      Tujuan ................................................................................................................... 1
3.       Manfaat ................................................................................................................ 1
BAB II. PEMBAHASA......................................................................................................... 2
A.    Pengertian  Citra Pribadi ............................................................................................. 2
B.     Manfaat Membentuk dan Mengembangkan Citra Pribadi .......................................... 3
C.     Cara Mengembangkan Citra Pribadi ........................................................................... 4
D.    Pihak-pihak yang Berperan Mengembangkan Citra ................................................... 7

BAB III. PENUTUP .............................................................................................................. 9

E.     Simpulan ...................................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 10
















BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Tuntutan sebagai sekretaris yang profesional di era global memang tidak bisa dihindarkan lagi. Dunia bisnis yang semakin hari semakin ketat persaingannya, mengharuskan siapa saja yang bekerja suatu perusahaan untuk memberikan pelayanan yang unggul pada setiap pelanggannya, untuk membangun citra perusahaan yang baik.
Tugas seorang sekretaris adalah membantu pimpinan dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang penting artinya bagi pimpinan. Untuk itu seorang pemimpin membutuhkan seorang sekretaris yang mempunyai karakteristik kepribadian yang mantap, yang digambarkan dengan adanya rasa percaya diri yang tinggi, dapat memproyeksikan diri mereka yang positif di mata orang lain, dapat mencapai prestasi unggul dan sekaligus keberhasilan dalam setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Sejalan dengan arus globalisasi, tuntutan terhadap kemampuan seorang sekretaris profesional terus meningkat. Untuk itu, sekretaris harus mampu mengembangkan kemampuannya dalam setiap aspek, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

2.      Tujuan
·         Agar Sekretaris dapat menambah pengetahuan.
·         Agar Sekretaris dapat merubah sikap.
·         Agar Sekretaris dapat menambah keterampilan.

3.      Manfaat
·         Sekretaris dapat menambah pengetahuan.
·         Sekretaris dapat merubah sikap.
·         Sekretaris dapat menambah keterampilan.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian  Citra Pribadi
Citra (image) adalah gambaran atau potret diri. Apa yang  dikenakan, apa yang dikatakan, apa yang dikerjakan, dan apa yang menjadi prinsip hidup, dapat membentuk kesan keseluruhan mengenai citra diriCitra (image) di abad modern atau era globalisasi ini, memegang peranan penting dalam menunjang keberhasilan seseorang. Bahkan, kemampuan dan profesionalisme seseorang bisa tercermin dari cara mereka berpenampilan, berkata dan dalam berperilaku.
Citra adalah refleksi yang paling nyata, dan dapat memperlihatkan apa yang terjadi di dalam diri kita. Citra adalah kesan tentang diri kita yang dibentuk oleh orang lain ketika pertama kali bertemu dan melihat kita. Begitupun kita, membentuk kesan yang sama mengenai orang lain.
Dalam dunia bisnis, citra diri akan sangat menentukan langkah kita selanjutnya, karena seseorang yang memiliki  citra profesional sangat menentukan keberhasilan dan kemajuan pribadi maupun perusahaan tempat seseorang bekerja. Citra profesional  adalah seseorang yang memiliki keahlian dan ketrampilan, juga sikap mental, perkataan dan tingkah laku yang terpuji. Segala sesuatu yang dihasilkan dari perbuatan dan pekerjaannya dijamin berada dalam kondisi terbaik dan mendapat penilaian yang objektif dari semua pihak.
Citra Pribadi dapat di lihat dari:
1.  Good Appearance; Bukan berarti cantik dalam wajah, tetapi merangkum segala keluwesan dan kesopanan dalam tindakan. Penampilan sekretris harus dapat diterima di lingkungan kantor tempat bekerja. Cara berpakaian dan dandanan juga mencerminkan kepribadiannya. Betapa penting/berpengaruh pakaian terhadap orang yang melihatnya. Orang yang memakai pakaian lusuh/kotor mempunyai pengaruh terhadap jiwa pemakaina. Appearance beratti perwujudan penampilan lahiriah seseorang; apakah seseorang gembira, sedih, kagum, dll yang dapat dibaca dari muka. Ada kalanya bisa dilihat bahwa appearance merupakan manifestasi dari isi pikiran seseorang.
2.  Good Behaviour; Berarti tingkah laku yang baik. Setiap sikap atau gerak-gerik mempunyai nilai yang beraneka ragam. Sebagai pedoman bagi sekretaris untuk menuju good behaviour adalah berupaya mengajar diri sendiri agar menjadi pribadi yang disenangi oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja dalam suasana apa pun juga.
3.  Good Character; Tuntutan masyarakat menghendaki seseorang mempunyai karakter (sifat) yang baik dalam pergaulan, lebih-lebih sekretaris dalam hubungannya dengan pimpinan/lembaga di tempat kerja. Sifat-sifat yang baik yang melengkapi penilaian kepribadian sekretaris antara lain kejujuran, pikiran positif, taat beribadah, menghargai orang lain, serta bekerja keras, penuh semangat dan tulus.
4.  Good Capability; Kecakapan atau kemampuan sangat dibutuhkan dalam melakukan segala pekerjaan bahkan kehidupan manusia. Oleh karena itu sekretaris harus berusaha meningkatkan kemampuannya untuk menunjang kelancaran pekerjaan atau pengembangan organisasinya. Seorang sekretaris harus mempunyai kemampuan intelektual, skill, serta kemampuan teknis.

B.     Manfaat Membentuk dan Mengembangkan Citra Pribadi
1.      Membangun   Percaya Diri
Membangun citra diri yang positif secara alamiah akan membangun rasa percaya diri, yang merupakan salah satu kunci sukses. Orang yang mempunyai citra diri positif tidak akan berlama – lama mengisi nasibnya yang sepertinya terlihat buruk. Citra diri yang positif mendorong untuk melakukan sesuatu yang masih dapat  dilakukan. Ia akan fokus pada hal – hal yang masih bisa dilakukan, bukannya pada hal–hal yang sudah tidak bisa ia lakukan lagi. Dari sinilah terdongkrak rasa percaya diri orang tersebut.
2.      Meningkatkan Daya Juang
Dampak langsung dari mengembangkan citra pribadi adalah semangat juang yang tinggi. Orang yang memiliki citra diri , percaya bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada masalah. Ia juga bisa melihat bahwa hidupnya jauh lebih indah dari segala krisis kegagalan jangka pendek yang harus dilewatinya. Segala upaya dijalaninya dengan tekun untuk mengalahkan masalah yang sedang terjadi dan meraih kembali kesuksesan  yang sempat. Inilah daya juang yang lebih tinggi yang muncul dari orang yang mampu mengembangkan citra pribadinya.
3.       Membawa Perubahan Positif
Orang yang memiliki mampu mengembangkan kepribadiannya senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Mereka tidak akan menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya mereka akan melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.
4.       Mengubah Krisis   Menjadi Keberuntungan
Selain membawa perubahan positif, orang yang memiliki citra diri positif mampu mengubah krisis menjadi kesempatan untuk meraih keberuntungan. Citra diri positif mendorong orang untuk menjadi pemenang dalam segala hal. Menurut orang – orang yang bercitra diri positif, kekalahan, kegagalan, kesulitan, dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus perhatian mereka tidak melulu tertuju kepada kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, melainkan fokus mereka diarahkan pada  jalan keluar.
5.      Berani dan Terbiasa Menghadapi Resiko
Dalam dunia bisnis kita tidak jauh dari suatu kegagalan walaupun kegagalan itu besar atau kecil hal itu tetap dinamakan esiko dari suatu tindakan yang telah dilakukan. Namun bagi seseorang yang mampu mengembangkan kepribadiannya akan mampu melihat dan memecahkan dan menyelesaikan segala resiko yang dihadapi.

C.    Cara Mengembangkan Citra Pribadi
1.      Perlunya Kesadaran diri dan Inisiatif
Langkah paling utama bagi seseorang yang ingin mengembangkan kepribadiannya adalah dari kesadaran diri dan inisiatif. Harus timbul rasa peka dan keinginan dari dalam hati untuk mengembangakan citra pribadinya yang kemudian di dukung dengan usaha sebagai bukti dari rasa keinginannya tersebut. Tanpa inisiatif dan kesadaran diri dari dalam hati seseorang, tidak akan mungkin seseorang itu dapat berkembang, karena berkembang itu berawal dari diri sendiri. Sehingga dari hal ini dapat diketahui apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan kita.
2.      Berfikir Unggul
Dengan berfikir unggul akan mendorong kita senantiasa berusaha menghasilkan yang terbaik. Berfikir unggul sama saja berfikir tentang kemenangan. Jadi jangan berfikir tentang kekalahan. ( You are what you think)
3.      Belajar berkelanjutan
Hasil belajar akan meningkatkan nilai bagi orang yang berhasil mendapatkan pengetahuan ataupun keterampilan baru. Seringkali orang yang berada pada tingkat atas merasa tidak perlu belajar lagi. Hal ini tentu akan menurunkan tingkat keberhasilan, sehingga perlu belajar berkelanjutan. Perubahan terjadi dengan dinamis di semua aspek kehidupan. Kita akan terus berada dalam dunia yang penuh tuntutan. Jangan cepat merasa puas dengan apa yang telah kita raih dan kita miliki. Tambahlah wawasan dan kuasailah teknologi yang sekiranya dapat menunjang pelaksanaan kerja agar lebih optimal. Terus ingatkan diri sendiri untuk senantiasa meningkatkan kemampuan diri dengan belajar mandiri mengenai bidang kemampuan yang sedang digeluti
Belajar bisa di dapatkan dari pengalaman diri sendiri dan orang lain. Belajar dapat dengan melihat dari segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita.
4.      Lakukan perubahan   terhadap   diri  kita
Kesuksesan dan citra diri tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan kita harus mengupayakannya dengan sungguh-sungguh. Seperti dikatakan oleh Tuhan, bahwa Dia tidak akan mengubah nasib manusia kalau manusia itu sendiri yang tidak melakukan perubahan. Oleh karena itu, mulailah pada saat ini di titik ini untuk terus melakukan perubahan dan pembenahan pada diri kita, sehingga orang akan memberikan padangan positif terhadap diri kita dan kita pun senang karena bisa memaksimalkan segala potensi yang ada.
5.      Bergaul dengan   pribadi     positif
Ciptakan sistem dukungan, caranya luangkan waktu dengan teman, kerabat, keluarga yang mampu memberikan pengaruh positif pada diri Anda. Ajak orang-orang positif ini untuk olahraga bersama, mencoba resep sehat baru, dan berikan dukungan satu sama lain terutama jika terjadi perubahan signifikan.
6.      Belajar   untuk   mengendalikan  emosi
Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan rasa pede anda. Dengan emosi yang terjaga, anda lebih mudah melakukan tugas apapun dengan lebih baik. Anda yakin apapun yang akan anda hadapi dapat anda selesaikan semaksimal mungkin. Dan tentu saja hal tersebut sangat diperlukan dalam dunia kerja    bukan?
7.      Menyikapi    kegagalan   dengan   bijak
Mencoba untuk meminta masukan dari rekan yang selama ini telah bekerja sama dengan kita. Cari tahu juga mengenai bagaimana kinerja kita di mata atasan. Siapa tahu ada beberapa saran yang patut kita petimbangkan demi kemajuan karir.
8.      Menggunakan gaya bahasa yang positif
Sebagai sekretaris yang sering berkomunikasi dengan orang banyak, jika berkomunkasi dengan menggunakan bahasa yang positif, tentunya akan membuat orang lain merasa dihargai. Sedangkan apabila dengan bahasa yang negatif, misalnya menggunakan kata-kata yang kasar seperti “tolol, bodoh, kampungan” akan membuat orang lain merasa tidak dihargai, dan artinya sekretaris merendahkan dirinya sendiri.
9.      Berani bertanggung jawab
Hal-hal yang terjadi pada diri sendiri tidak lain adalah karena perbuatan diri sendiri. Sehingga dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan-pekerjaannya yang berhubungan dengan orang banyak, sekretaris hendaknya menunjukkan tanggung jawab penuh, apalagi berhubungan dengan relasi eksternal/ rekan kerja dari luar perusahaan, yang tentunya akan menciptakan suatu citra bagi perusahaan tempatnya bekerja.
Sedangkan prinsip yang hendaknya dimiliki sekretaris dalam menyelesaikan tanggung jawabnya, diantaranya:
a.              Prinsip Attitude
Yaitu perilaku yang tercermin pada diri seseorang ketika menghadapi situasi tertentu atau ketika berhadapan dengan orang lain. Misalnya dalam melayani pelanggan hendaknya dengan penampilan yang serasi, berpikir positif dan sikap menghargai.
b.              Prinsip Attention
Attention merupakan sikap menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap sesuatu. Misalnya memperhatikan akankebutuhan pelanggan/relasi dengan memahami perilaku dan kritik sarannya.
c.              Prinsip Action
Prinsip action merupakan prinsip untuk melakukan tindakan yang berupa perbuatan nyata dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Selain itu, prinsip terpenting bagi sekretaris dalam bekerja adalah “Tutup mulut rapat-rapat, Pasang mata awas-awas, dan buka telinga lebar-lebar”. Artinya seorang sekretaris harus dapat menjaga rahasia perusahaan dan rahasia pimpinan dengan baik, teliti dalam bekerja dan membuka telinga lebar-lebar untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan-keterampilan untuk mengembangkan diri.
10.  Mengembangkan dinamika pribadi
Untuk dapat mengembangkan dinamika pribadi, keterampilan diri yang perlu dilatih/dikembangkan diantaranya keterampilan mengungkapkan ide-ide yang dimiliki, keterampilan menunjukkan perilaku yang tegas, anggun, serasi, dan berwibawa, serta kemampuan melaksanakan nilai tata karma dan etika yang berlaku dilingkungan kerja.

D.    Pihak-pihak yang Berperan Mengembangkan Citra
Pada dasarnya citra dan potensi diri dapat ditingkatkan dengan terlebih dahulu memperbaiki personality kita. Untuk itu diperlukan kemauan untuk mengevaluasi diri secara jujur dan kemauan untuk terus-menerus belajar.
Pengenalan terhadap rahasia kekuatan personal dan bagaimana memanfaatkannya merupakan elemen dasar peningkatan personality. Adapun langkah selanjutnya adalah usaha untuk mengidentifikasi kekuatan personal kita dan kemungkinan pengembangannya.
Keseluruhan citra diri tidak hanya dicerminkan oleh personality saja, tetapi juga harus dilengkapi dengan sikap profesional yang dihadirkan dalam situasi apapun juga. Agar dapat bersikap sebagai seorang profesional, perlu kiranya memahami dan mengimplementasikan etiket yang diterima dalam masyarakat masa sekarang dan akan datang, baik etiket umum maupun etiket dalam situasi khusus. Selain itu, memahami bagaimana memanfaatkan visual poise dan bahasa tubuh kita akan sangat membantu dalam membangun citra profesional.
Pihak-pihak yang berperan dalam membentuk citra diri positif :
1.       Keluarga
Keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan citra diri seseorang, terutama orang tua dalam hal keturunan yaitu : tubuh, kecerdasan, watak, pola pendidikan.
2.       Masyarakat
media-media yg menyediakan berbagai macam informasi serta norma yg berlaku di masyarakat umum mempengaruhi pola pikir dan perilaku kita yang berdampak pada           pembentukan   konsep         diri.
3.        Teman Sebaya
Ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam perlakuan & penilaian oleh teman menjadi acuan dalam menilai diri sendiri. Perbedaan-perbedaan antar pertemanan sering menjadi tolak ukur yg penting dalam menbangun konsep diri.
4.       Pengalaman dalam kehidupan
Pengalaman dalam kehidupan selanjutnya, misalnya : pengalaman berhasil          atau     gagal,         dicintai     atau     dijauhi   orang.



























BAB III
PENUTUP
E.       Simpulan
 Sekretaris merupakan sebuah profesi yang memiliki peran penting dalam suatu organisasi. Namun realita yang ada di masyarakat adalah bahwa sekretaris hanyalah seorang yang ‘dekat’ dengan bosnya, tanpa ada nilai lebih. Untuk itu seorang sekretaris harus mampu membangun citra positif atas pribadi dan dirinya agar mampu bekerja secara profesional.
Rumusan yang sederhana untuk memudahkan dalam membentuk kepribadian seorang sekretaris, yaitu: penampilan, gaya bicara, kinerja, tanggung jawab, pergaulan dan kesehatan.
Selain menjaga hubungan kerja sama yang baik dengan pimpinan, sekretaris juga harus menjaga hubungan kerja sama yang baik pula dengan istri pimpinan dan keluarga agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mengurangi kinerja pimpinan maupun sekretaris.



















DAFTAR PUSTAKA

myinspiration-mymotivation.blogspot.co.id
citraginting783.blogspot.co.id



Tidak ada komentar:

Posting Komentar