MAKALAH
MENGEMBANGKAN
CITRA PRIBADI SEKRETARIS
Oleh
Defita
Maulina 4314 4404
Margareta
Gandes 4314 4411
Marta 4314 4414
Stefania
Orance Kun 4314 4424
AKADEMI SEKRETARI MARSUDIRINI
ASM SANTA MARIA
SEMARANG
DAFTAR ISI
COVER
DAFTAR
ISI
BAB
I. PENDAHULUAN
...................................................................................................
1
1. Latar belakang
.................................................................................................... 1
2. Tujuan
...................................................................................................................
1
3. Manfaat ................................................................................................................
1
BAB II. PEMBAHASA.........................................................................................................
2
A. Pengertian Citra Pribadi
.............................................................................................
2
B. Manfaat
Membentuk dan Mengembangkan Citra Pribadi
.......................................... 3
C. Cara
Mengembangkan Citra Pribadi
........................................................................... 4
D. Pihak-pihak
yang Berperan Mengembangkan Citra
................................................... 7
BAB
III. PENUTUP ..............................................................................................................
9
E.
Simpulan
......................................................................................................................
9
DAFTAR
PUSTAKA
..........................................................................................................
10
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Tuntutan
sebagai sekretaris yang profesional di era global memang tidak bisa dihindarkan
lagi. Dunia bisnis yang semakin hari semakin ketat persaingannya, mengharuskan
siapa saja yang bekerja suatu perusahaan untuk memberikan pelayanan yang unggul
pada setiap pelanggannya, untuk membangun citra perusahaan yang baik.
Tugas seorang sekretaris adalah membantu
pimpinan dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang penting artinya bagi
pimpinan. Untuk itu seorang pemimpin membutuhkan seorang sekretaris yang
mempunyai karakteristik kepribadian yang mantap, yang digambarkan dengan adanya
rasa percaya diri yang tinggi, dapat memproyeksikan diri mereka yang positif di
mata orang lain, dapat mencapai prestasi unggul dan sekaligus keberhasilan
dalam setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
Sejalan
dengan arus globalisasi, tuntutan terhadap kemampuan seorang sekretaris
profesional terus meningkat. Untuk itu, sekretaris harus mampu mengembangkan
kemampuannya dalam setiap aspek, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap.
2.
Tujuan
·
Agar Sekretaris dapat menambah pengetahuan.
·
Agar Sekretaris dapat merubah sikap.
·
Agar Sekretaris dapat menambah keterampilan.
3.
Manfaat
·
Sekretaris
dapat menambah pengetahuan.
·
Sekretaris
dapat merubah sikap.
·
Sekretaris
dapat menambah keterampilan.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Citra Pribadi
Citra (image) adalah gambaran atau potret diri.
Apa yang dikenakan, apa yang dikatakan, apa yang dikerjakan,
dan apa yang menjadi prinsip hidup, dapat membentuk kesan keseluruhan mengenai citra diri. Citra (image) di abad modern atau era globalisasi ini, memegang peranan
penting dalam menunjang keberhasilan seseorang. Bahkan, kemampuan dan
profesionalisme seseorang bisa tercermin dari cara mereka berpenampilan, berkata dan dalam berperilaku.
Citra adalah refleksi yang paling nyata, dan
dapat memperlihatkan apa yang terjadi di dalam diri kita. Citra adalah kesan tentang diri kita yang dibentuk oleh orang lain ketika pertama kali bertemu dan melihat kita. Begitupun kita, membentuk
kesan yang sama mengenai orang lain.
Dalam dunia bisnis, citra diri akan sangat menentukan langkah kita selanjutnya, karena seseorang yang
memiliki citra profesional sangat menentukan keberhasilan dan
kemajuan pribadi maupun perusahaan tempat seseorang bekerja. Citra profesional adalah seseorang yang memiliki keahlian dan ketrampilan, juga sikap
mental, perkataan dan tingkah laku yang terpuji. Segala sesuatu yang dihasilkan dari
perbuatan dan pekerjaannya dijamin berada dalam kondisi terbaik dan mendapat
penilaian yang objektif dari semua pihak.
Citra Pribadi dapat di lihat dari:
1. Good
Appearance; Bukan berarti cantik dalam wajah, tetapi
merangkum segala keluwesan dan kesopanan dalam tindakan. Penampilan sekretris
harus dapat diterima di lingkungan kantor tempat bekerja. Cara berpakaian dan
dandanan juga mencerminkan kepribadiannya. Betapa penting/berpengaruh pakaian
terhadap orang yang melihatnya. Orang yang memakai pakaian lusuh/kotor
mempunyai pengaruh terhadap jiwa pemakaina. Appearance beratti
perwujudan penampilan lahiriah seseorang; apakah seseorang gembira, sedih,
kagum, dll yang dapat dibaca dari muka. Ada kalanya bisa dilihat bahwa appearance merupakan
manifestasi dari isi pikiran seseorang.
2. Good
Behaviour; Berarti tingkah laku yang baik. Setiap sikap atau gerak-gerik
mempunyai nilai yang beraneka ragam. Sebagai pedoman bagi sekretaris untuk
menuju good behaviour adalah berupaya mengajar diri sendiri
agar menjadi pribadi yang disenangi oleh siapa saja, kapan saja, di mana saja
dalam suasana apa pun juga.
3. Good
Character; Tuntutan masyarakat menghendaki seseorang mempunyai karakter (sifat)
yang baik dalam pergaulan, lebih-lebih sekretaris dalam hubungannya dengan
pimpinan/lembaga di tempat kerja. Sifat-sifat yang baik yang melengkapi
penilaian kepribadian sekretaris antara lain kejujuran, pikiran positif, taat
beribadah, menghargai orang lain, serta bekerja keras, penuh semangat dan
tulus.
4. Good
Capability; Kecakapan atau kemampuan sangat dibutuhkan dalam
melakukan segala pekerjaan bahkan kehidupan manusia. Oleh karena itu sekretaris
harus berusaha meningkatkan kemampuannya untuk menunjang kelancaran pekerjaan
atau pengembangan organisasinya. Seorang sekretaris harus mempunyai kemampuan
intelektual, skill, serta kemampuan teknis.
B.
Manfaat
Membentuk dan Mengembangkan Citra Pribadi
1.
Membangun Percaya Diri
Membangun citra diri yang positif
secara alamiah akan membangun rasa percaya diri, yang merupakan salah satu
kunci sukses. Orang yang mempunyai citra diri positif tidak akan berlama – lama
mengisi nasibnya yang sepertinya terlihat buruk. Citra diri yang positif
mendorong untuk melakukan sesuatu yang masih dapat dilakukan. Ia akan fokus pada hal – hal yang
masih bisa dilakukan, bukannya pada hal–hal yang sudah tidak bisa ia lakukan lagi.
Dari sinilah terdongkrak rasa percaya diri orang tersebut.
2.
Meningkatkan Daya Juang
Dampak langsung dari mengembangkan citra
pribadi adalah semangat juang yang tinggi. Orang yang memiliki citra diri ,
percaya bahwa dirinya jauh lebih berharga daripada masalah. Ia juga bisa
melihat bahwa hidupnya jauh lebih indah dari segala krisis kegagalan jangka
pendek yang harus dilewatinya. Segala upaya dijalaninya dengan tekun untuk
mengalahkan masalah yang sedang terjadi dan meraih kembali kesuksesan
yang sempat. Inilah daya juang yang lebih tinggi yang muncul dari orang yang mampu
mengembangkan citra pribadinya.
3.
Membawa Perubahan Positif
Orang yang memiliki mampu
mengembangkan kepribadiannya senantiasa mempunyai inisiatif untuk menggulirkan
perubahan positif bagi lingkungan tempat ia berkarya. Mereka tidak akan
menunggu agar kehidupan menjadi lebih baik, sebaliknya mereka akan melakukan
perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik.
4.
Mengubah Krisis Menjadi
Keberuntungan
Selain membawa perubahan positif,
orang yang memiliki citra diri positif mampu mengubah krisis menjadi kesempatan
untuk meraih keberuntungan. Citra diri positif mendorong orang untuk menjadi
pemenang dalam segala hal. Menurut orang – orang yang bercitra diri positif,
kekalahan, kegagalan, kesulitan, dan hambatan sifatnya hanya sementara. Fokus
perhatian mereka tidak melulu tertuju kepada kondisi yang tidak menguntungkan
tersebut, melainkan fokus mereka diarahkan pada jalan keluar.
5.
Berani dan Terbiasa Menghadapi Resiko
Dalam dunia
bisnis kita tidak jauh dari suatu kegagalan walaupun kegagalan itu besar atau
kecil hal itu tetap dinamakan esiko dari suatu tindakan yang telah dilakukan.
Namun bagi seseorang yang mampu mengembangkan kepribadiannya akan mampu melihat
dan memecahkan dan menyelesaikan segala resiko yang dihadapi.
C.
Cara
Mengembangkan Citra Pribadi
1.
Perlunya Kesadaran diri dan Inisiatif
Langkah paling utama bagi seseorang yang ingin
mengembangkan kepribadiannya adalah dari kesadaran diri dan inisiatif. Harus
timbul rasa peka dan keinginan dari dalam hati untuk mengembangakan citra
pribadinya yang kemudian di dukung dengan usaha sebagai bukti dari rasa
keinginannya tersebut. Tanpa inisiatif dan kesadaran diri dari dalam hati
seseorang, tidak akan mungkin seseorang itu dapat berkembang, karena berkembang
itu berawal dari diri sendiri. Sehingga dari hal ini dapat diketahui apa yang
menjadi kekurangan dan kelebihan kita.
2.
Berfikir Unggul
Dengan berfikir unggul akan mendorong kita senantiasa
berusaha menghasilkan yang terbaik. Berfikir unggul sama saja berfikir tentang
kemenangan. Jadi jangan berfikir tentang kekalahan. ( You are what you think)
3.
Belajar berkelanjutan
Hasil belajar akan meningkatkan nilai bagi orang yang
berhasil mendapatkan pengetahuan ataupun keterampilan baru. Seringkali orang
yang berada pada tingkat atas merasa tidak perlu belajar lagi. Hal ini tentu
akan menurunkan tingkat keberhasilan, sehingga perlu belajar berkelanjutan.
Perubahan terjadi dengan dinamis di semua aspek kehidupan. Kita akan terus
berada dalam dunia yang penuh tuntutan. Jangan cepat merasa puas dengan apa
yang telah kita raih dan kita miliki. Tambahlah wawasan dan kuasailah teknologi
yang sekiranya dapat menunjang pelaksanaan kerja agar lebih optimal. Terus
ingatkan diri sendiri untuk senantiasa meningkatkan kemampuan diri dengan
belajar mandiri mengenai bidang kemampuan yang sedang digeluti
Belajar bisa di dapatkan dari pengalaman diri sendiri
dan orang lain. Belajar dapat dengan melihat dari segala sesuatu yang terjadi
di sekitar kita.
4.
Lakukan perubahan terhadap diri kita
Kesuksesan dan citra diri tidak akan datang dengan
sendirinya, melainkan kita harus mengupayakannya dengan sungguh-sungguh.
Seperti dikatakan oleh Tuhan, bahwa Dia tidak akan mengubah nasib manusia kalau
manusia itu sendiri yang tidak melakukan perubahan. Oleh karena itu, mulailah
pada saat ini di titik ini untuk terus melakukan perubahan dan pembenahan pada
diri kita, sehingga orang akan memberikan padangan positif terhadap diri kita
dan kita pun senang karena bisa memaksimalkan segala potensi yang ada.
5.
Bergaul dengan pribadi positif
Ciptakan sistem dukungan, caranya luangkan waktu dengan
teman, kerabat, keluarga yang mampu memberikan pengaruh positif pada diri Anda.
Ajak orang-orang positif ini untuk olahraga bersama, mencoba resep sehat baru,
dan berikan dukungan satu sama lain terutama jika terjadi perubahan signifikan.
6.
Belajar untuk mengendalikan emosi
Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan
rasa pede anda. Dengan emosi yang terjaga, anda lebih mudah melakukan tugas
apapun dengan lebih baik. Anda yakin apapun yang akan anda hadapi dapat anda
selesaikan semaksimal mungkin. Dan tentu saja hal tersebut sangat diperlukan
dalam dunia kerja bukan?
7.
Menyikapi kegagalan dengan bijak
Mencoba untuk meminta masukan dari rekan yang selama
ini telah bekerja sama dengan kita. Cari tahu juga mengenai bagaimana kinerja kita
di mata atasan. Siapa tahu ada beberapa saran yang patut kita petimbangkan demi
kemajuan karir.
8.
Menggunakan gaya
bahasa yang positif
Sebagai sekretaris yang sering berkomunikasi dengan orang banyak, jika
berkomunkasi dengan menggunakan bahasa yang positif, tentunya akan membuat
orang lain merasa dihargai. Sedangkan apabila dengan bahasa yang negatif,
misalnya menggunakan kata-kata yang kasar seperti “tolol, bodoh, kampungan”
akan membuat orang lain merasa tidak dihargai, dan artinya sekretaris merendahkan
dirinya sendiri.
9.
Berani
bertanggung jawab
Hal-hal yang terjadi pada diri sendiri tidak lain adalah karena perbuatan
diri sendiri. Sehingga dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan-pekerjaannya yang
berhubungan dengan orang banyak, sekretaris hendaknya menunjukkan tanggung
jawab penuh, apalagi berhubungan dengan relasi eksternal/ rekan kerja dari luar
perusahaan, yang tentunya akan menciptakan suatu citra bagi perusahaan
tempatnya bekerja.
Sedangkan
prinsip yang hendaknya dimiliki sekretaris dalam menyelesaikan tanggung
jawabnya, diantaranya:
a.
Prinsip
Attitude
Yaitu
perilaku yang tercermin pada diri seseorang ketika menghadapi situasi tertentu
atau ketika berhadapan dengan orang lain. Misalnya dalam melayani pelanggan
hendaknya dengan penampilan yang serasi, berpikir positif dan sikap menghargai.
b.
Prinsip
Attention
Attention
merupakan sikap menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap sesuatu. Misalnya
memperhatikan akankebutuhan pelanggan/relasi dengan memahami perilaku dan
kritik sarannya.
c.
Prinsip
Action
Prinsip
action merupakan prinsip untuk melakukan tindakan yang berupa perbuatan nyata
dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Selain itu, prinsip terpenting bagi sekretaris dalam
bekerja adalah “Tutup mulut
rapat-rapat, Pasang mata awas-awas, dan buka telinga lebar-lebar”. Artinya
seorang sekretaris harus dapat menjaga rahasia perusahaan dan rahasia pimpinan
dengan baik, teliti dalam bekerja dan membuka telinga lebar-lebar untuk
mendapatkan pengetahuan dan keterampilan-keterampilan untuk mengembangkan diri.
10.
Mengembangkan
dinamika pribadi
Untuk dapat
mengembangkan dinamika pribadi, keterampilan diri yang perlu
dilatih/dikembangkan diantaranya keterampilan mengungkapkan ide-ide yang
dimiliki, keterampilan menunjukkan perilaku yang tegas, anggun, serasi, dan
berwibawa, serta kemampuan melaksanakan nilai tata karma dan etika yang berlaku
dilingkungan kerja.
D.
Pihak-pihak
yang Berperan Mengembangkan Citra
Pada
dasarnya citra dan potensi diri dapat ditingkatkan dengan terlebih dahulu memperbaiki
personality kita. Untuk itu diperlukan kemauan untuk mengevaluasi diri secara
jujur dan kemauan untuk terus-menerus belajar.
Pengenalan
terhadap rahasia kekuatan personal dan bagaimana memanfaatkannya merupakan
elemen dasar peningkatan personality. Adapun langkah selanjutnya adalah usaha
untuk mengidentifikasi kekuatan personal kita dan kemungkinan pengembangannya.
Keseluruhan
citra diri tidak hanya dicerminkan oleh personality saja, tetapi juga harus
dilengkapi dengan sikap profesional yang dihadirkan dalam situasi apapun juga.
Agar dapat bersikap sebagai seorang profesional, perlu kiranya memahami dan
mengimplementasikan etiket yang diterima dalam masyarakat masa sekarang dan
akan datang, baik etiket umum maupun etiket dalam situasi khusus. Selain itu,
memahami bagaimana memanfaatkan visual poise dan bahasa tubuh kita akan sangat
membantu dalam membangun citra profesional.
Pihak-pihak
yang berperan dalam membentuk citra diri positif :
1.
Keluarga
Keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan citra
diri seseorang, terutama orang tua dalam hal keturunan yaitu : tubuh,
kecerdasan, watak, pola pendidikan.
2.
Masyarakat
media-media yg menyediakan berbagai macam informasi
serta norma yg berlaku di masyarakat umum mempengaruhi pola pikir dan perilaku
kita yang
berdampak pada pembentukan konsep diri.
3.
Teman Sebaya
Ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam perlakuan &
penilaian oleh teman menjadi acuan dalam menilai diri sendiri.
Perbedaan-perbedaan antar pertemanan sering menjadi tolak ukur yg penting dalam
menbangun konsep diri.
4.
Pengalaman dalam kehidupan
Pengalaman dalam kehidupan selanjutnya, misalnya :
pengalaman
berhasil atau gagal, dicintai atau dijauhi orang.
BAB III
PENUTUP
E.
Simpulan
Sekretaris merupakan sebuah profesi yang
memiliki peran penting dalam suatu organisasi. Namun realita yang ada di
masyarakat adalah bahwa sekretaris hanyalah seorang yang ‘dekat’ dengan bosnya,
tanpa ada nilai lebih. Untuk itu seorang sekretaris harus mampu membangun citra
positif atas pribadi dan dirinya agar mampu bekerja secara profesional.
Rumusan
yang sederhana untuk memudahkan dalam membentuk kepribadian seorang sekretaris,
yaitu: penampilan, gaya bicara, kinerja, tanggung jawab, pergaulan dan
kesehatan.
Selain
menjaga hubungan kerja sama yang baik dengan pimpinan, sekretaris juga harus
menjaga hubungan kerja sama yang baik pula dengan istri pimpinan dan keluarga
agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mengurangi kinerja pimpinan maupun
sekretaris.
DAFTAR
PUSTAKA
myinspiration-mymotivation.blogspot.co.id
citraginting783.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar